Belajar menghadapi Perudungan Dari Kasus Kaeton Jones Yuk!

Kaeton Jones (credit to google) Namanya Kaeton Jones. Mungkin diantara kalian ada yang tahu. Dia hanyalah anak laki-laki biasa yang ...



Kaeton Jones (credit to google)
Namanya Kaeton Jones. Mungkin diantara kalian ada yang tahu. Dia hanyalah anak laki-laki biasa yang beberapa waktu terakhir ini video yang direkam oleh ibunya itu menjadi perbincangan di media sosial khusunya di luar negeri. Di dalam video tersebut (klik di sini), Kaeton menceritakan apa yang dialaminya di sekolahan. Anak kecil itu menceritakan bahwa teman-temannya mengejek fisiknya dan mengatakan kalau dia tidak memiliki teman. Tak hanya itu ia juga menceritakan bahwa teman-temannya juga mengusilinya dengan menumpahkan susu di bajunya. Meskipun mendapatkan perlakuan yang tidak enak oleh teman-temanya, dengan hebatnya Kaeton masih memikirkan orang lain. Sambil menitikkan air mata, Kaeton mengatakan bahwa perudungan itu tidak baik dan bahwa mereka (orang yang berbeda) tidak butuh dikritik.  
credit : bullying_graphic
Secara pribadi, curahan hati Kaeton ini malah membuatku mengingat masa kecilku dulu. Sedikit banyaknya aku tahu rasanya menjadi berbeda. Aku juga tahu bagaimana rasanya perbedaan yang aku miliki diolok-olok seakan aku tidak punya perasaan sama sekali. Dulu sekolah rasanya tidak enak, karena di SD dulu aku pernah dikucilkan dan hampir setiap sepulang sekolah aku selalu nangis kemudian mengadu ke ibuku persis seperti Kaeton. Bahkan aku masih ingat banget kalau dulu aku pernah pingin pindah sekolah dan sejujurnya bahkan aku sempat kehilangan rasa percaya diriku gara-gara perlakuan tidak enak mereka. Betapa dahsyatnya dampak dari bully-an ini. Tidak hanya kasus yang dialami oleh Kaeton saja, bahkan banyak yang lebih fatal hingga menghilangkan nyawa orang. Pertanyaanya, apa sebenarnya yang ada di otak anak-anak yang mem-bully ini hingga mereka berkelakuan tidak baik ya? Apakah mungkin mereka kurang perhatian atau mereka pernah diperlakukan hal yang sama? Aku memang bukan pakar yang ahli tentang psikologi anak tetapi menurutku dua opiniku di atas benar adanya. Namun, untuk menyalahkan anak-anak ini juga tidak sepenuhnya benar. Lantas? Menurtuku tindakan yang paling benar adalah memberi pengertian dan pendidikan tentang tindakan mana yang baik dan buruk plus perhatian orang tua yang paling utama. Karena sekali lagi, perudungan itu tidak baik.
Untuk Kaeton dan anak-anak lain di luar sana, aku punya satu tips sederhana untuk menghadapi para pem-bully dengan cara yang cerdas. Penasaran kan? Oke, hal yang harus kamu lakukan adalah kamu hanya perlu menjadi pintar! YES! Tunjukkan bahwa mereka salah dengan menunjukkan prestasimu di sekolah. Tidak percaya? Aku sudah membuktikannya lho! Satu kejadian yang masih kuingat sampai sekarang adalah ketika aku masih duduk di bangku SMP, karena fisikku yang berbeda (Tubuhku yang tingginya diatas rata-rata anak lainnya) aku diremehkan dan diolok-olok. Suatu hari ketika aku mengikuti lomba pidato bahasa Inggris, tentu saja beberapa orang tidak percaya kalau aku bisa namun ketika aku membuktikan kalau aku bisa dengan mendapatkan posisi juara pertama, mereka semua tidak percaya. Kemudian semenjak saat itu, suara-suara orang yang mengolok-olok fisikku itu mulai berkurang dan seakan lenyap ditelan bumi. Jadi, percayalah dengan kemampuan dirimu sendiri. Percayalah dengan kemampuan dirimu sendiri dan buktikan bahwa mereka pasti akan kalah dan kamulah pemenangnya. Berbeda bukan jadi halangan malah perbedaan dapat membawa warna yang beragam bukan? If Kaeton and other children read this, you’re the winner and you deserve better kids. Hug from here far away place.






You Might Also Like

0 komentar